Jumat, 23 November 2012

Kerajaan Kubu Hilang Ditemukan

Ilustrasi

SUNGAI RAYA- Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Pontianak menemukan Kerajaan Kubu yang selama ini dianggap hilang.

Penelitian terhadap Kerajaan Kubu, di Kabupaten Kubu Raya merupakan kerjasama antara P3M STAIN Pontianak dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kubu Raya. adapun tim penelitian terdiri dari Erwin Mahrus bersama tiga orang lainnya, Hamzein Bunsu, Yapandi Ramli dan Lukman Abdul Jabar.

Erwin mengatakan  penelitian terhadap keberadaan Kerajaan Kubu dilakukan sejak April 2012 dan memakan waktu selama lebih 25 minggu. Dari penelitian tersebut banyak ditemukan data-data baru yang menjadi penunjang akan keberadaan Kerajaan Kubu.

Kerajaan Kubu tersebut, Lanjut Erwin jika dibandingkan dengan kerajaan-kerjaan lainnya tentu dapat dikatakan sebagai kerajaan yang hilang. Jika  karena kerajaan pada umumnya memiliki peninggalan yang sampai hari ini masih bisa disaksikan. Sementara situasi itu tidak pada kerajaan kubu. “Ada beberapa bukti-bukti sejarah dari kerajaan kubu yang memang tidak ditemukan, seperti keraton,” katanya, Jumat (23/11).

Menurut Erwin, keberadaan keraton dari Kerajaan Kubu saat ini hanya berupa replika. untuk bentuk asli dari keraton kerajaan itu sendiri sudah tidak ditemukan lagi. Penelusuran melalui foto yang dilakukan mulai kubu, sampai ke telok pakedai, atau ditokoh-tokoh masyarakat, yang kemungkinan menyimpan dokumen-dokuman data kubu itu tidak ditemukan.  

Erwin mengatakan, bukti originil yang masih ada dalam Kerajaaan Kubu yakni seperti, situs makam dari para raja, ornamen,-ornamen, tempayan, hiasan dinding dan puing-puing dari Keraton Kerta Mulya yang juga merupakan bagian dari Kerajaan Kubu.
Tapi bukan berbentuk peninggalan-peninggalan yang utuh melainkan sengaja diselamatkan kerabat-kerabat kerajaan. “Dari penyelamatan inilah kita beruntung, karena dapat menjajaki dari peninggalan kerajaan kubu,” ucapnya.

Erwin berharap Pemkab Kubu Raya, dapatmendokumentasikan hasil penelitian tersebut, karena kelemahan kita di Indonesia, banyak penelitian yang memiliki kualitas bagus hanya menjadi hiasan di rak-rak di perpustakaan, tapi tidak dapat dibaca oleh masyarakat secara luas. Jika perlu informasi ini dapat diakses secara lebih luas hingga tingkat nasional. Dan yang terenting harus ada kebijakan publik yang dikeluarkan pemerintah terkait dengan keberadaan Kerajaan Kubu ini.

Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kubu Raya, Iping Hindriyati menyambut baik penelitian yang dilakukan tim dari STAIN Pontianak. Karena dengan ada penelitian tersebut memberikan jawaban kepada masyarakat mengenai bentuk Kerajaan Kubu.

Selama ini, lanjut Hindriyati masyarakat selalu bertanya-tanya seperti apa kerajaan kubu. Sehingga, dengan adanya penelitian ini memberikan gambaran kepada masyarakat. “Kita berencana untuk melakukan pengembangan lebih lanjut dan menjadikan temuan ini sebagai aset wisata,” katanya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar